• 1
  • 2
  • 3

ES DURIAN "GANTI NAN LAMO"


Post Title

Es Durian adalah salah satu jenis kuliner favorit yang sudah pasti wajib hukumnya kalau anda-anda-anda dan anda sekalian berkunjung ke Kota Padang. Kenapa? Es Durian ini autentik banget sama Kota Padang. Bisa jadi, citarasa makanan inilah salah satu yang melambungkan nama Kota Padang. Nggak afdol ke Padang kalau belum icip-icip es durian ini.

Ceritanya Incek Sinyo adalah seorang pembuat es krim (ada fotonya loch dan sudah berlangsung semenjak jaman penjajahan dahulu-fotonya aja masih hitam putih). Es krim buatannya tentu saja Es Krim Durian. Es krim durian ini sebenarnya adalah isi macam-macam seperti jeli, cendol, mutiara, cincau yang ditutup dengan parutan es serut dan barulah bumbu terdashyat mereka, durian cair hasil blenderan yang menutup seluruh permukaan es dan di atasnya diolesi susu kental manis, susu coklat.

Mulai dikenal sejak tahun 1960 dengan pendirinya Almarhum INCEK SINYO ( Basri Selido ), yang dilahirkan di Padang pada Tahun 1902, dan Wafat Tahun 1986, bersama istri beliau (Lim Pik Shin Nio ) Lahir Tahun 1914, Wafat Tahun 1987.Bersama mereka merintis usaha menjual Es Durian di Jln. Pulau Karam No 09, dengan racikan resep mereka sendiri.

Post Title

Es Durian mereka mulai mendapat sambutan dari para konsumen dan semakin berkembang, para konsumennya bukan hanya dari Padang tapi juga dari daerah lain, bahkan tidak jarang para Artis Ibukota yang mengadakan show di Padang selalu menyempatkan untuk menikmati lezatnya Es Durian Ganti Nan Lamo, pada era Incek Sinyo salah satu Artis yang berkunjung adalah Hetty Koes Endang.Dulu pada saat Bapak Azwar Anas menjadi Gubernur Sumatera Barat, Beliau bersama tamunya berniat menikmati Es Durian ini, ternyata tempatnya tidak cukup untuk menampungnya. Akhirnya Bapak Azwar Anas mengajak Incek Sinyo untuk membawa Es Duriannya ke rumah beliau kemudian menjamu tamunya di kediamannya .

Seiring waktu berjalan anak Incek Sinyo, Lie Ban Hok ( Efendi Selido ) juga turut membantu usaha yang dirintisnya.Pada saat Incek Sinyo wafat pada tahun 1986, Es Durian Ganti Nan Lamo pindah tempat ke seberang jalan yaitu di Jln. Pulau Karam No 103 B, kemudian anak beliau Efendi Selido meneruskan usaha Es Durian Ganti Nan Lamo, bersama istri beliau Oe Poe Tin – ( Leni Rasid ) yang lahir pada tanggal 14 Agustus 1946.

Post Title

Sebagai GENERASI KEDUA Efendi Selido bersama istri beliau mampu tetap mempertahankan sensasi rasa dari resep Es Durian yang diwariskan oleh ayahnya. Dan mereka juga melibatkan anak – anaknya dalam usaha ini, baik dalam peracikan Es Durian maupun dalam pengelolaannya supaya kelak anak – anak merekalah yang akan mempertahankan rasa resep Es Durian kakek mereka Incek Sinyo.

Efendi Selido yang dilahirkan di Padang pada tanggal 07 Januari 1946 ini bersama istri dan anak – anaknya membuat Es Durian Ganti Nan Lamo mampu bertahan dan semakin berkembang. Pada tanggal 12 Sept 2010, Efendi Selido meninggal dunia, dan Es Durian Ganti Nan Lamo diteruskan oleh istri dan anak – anak beliau dan terus berkembang sampai sekarang.

Pada tanggal 28 Juli 2011, salah satu anak mereka Sayydinaa Ali ( Hendro Selido ) bersama istrinya Muliati membuat terobosan baru dengan membuka outlet baru yang lebih besar dan dengan sentuhan design interior menarik memberi kesan mewah di Jl. Cokroaminoto No 31 B, Padang. Salah satu alasan dibukanya outlet baru ini dikarenakan kapasitas outlet di Jl. Pulau Karam No 103 B yang sudah tidak mencukupi karena semakin banyaknya pengunjung.

Post Title

Harapannya dengan dengan membuat outlet baru yang lebih besar dan design interior yang menarik ini agar bisa menampung pengunjung dan memberikan kenyamanan yang lebih kepada pengunjung, dan satu hal memberikan kesan positif adalah walaupun tempatnya lebih luas dan lebih nyaman Sayyidinaa Ali yang telah menyelesaikan kuliahnya di Universitas Bina Nusantara Jakarta Jurusan Komputer Akuntansi dan merupakan GENERASI KETIGA ES DURIAN GANTI NAN LAMO ini tetap mempertahankan rasa Es Duriannya dan harga yang tidak berbeda dengan outlet yang di Jl. Pulau Karam

Sumber : http://www.kebudayaanindonesia.com/2014/10/aneka-minuman-ciri-khas-sumatera-barat.html